Tampilkan postingan dengan label HIKMAH YANG TERPENDAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH YANG TERPENDAM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2009

10 RESEP CINTA

1. Kekuatan pikiran
Cinta bermula dari pikiran kita. Jika kita selalu menempatkan di pikiran kita bahwa dia adalah yang terbaik untuk kita, siapapun yang akan kita temui, kita tetap yakin bahwa pasangan kita adalah yang terbaik untuk kita, yang dapat selalu mengisi kekosongan kita.

2. Kekuatan untuk menghargai
Kamu tidak mampu mencintai seseorang atau apa saja kalau kamu tidak menghargai mereka. Dengan menghargai pasangan kita, berarti kita menghormatinya dan membuatnya merasa layak untuk menerima cinta.

3. Kekuatan untuk memberi
Jika kamu mau menerima cinta, kamu harus mampu memberikannya terlebih dahulu. Makin banyak cinta kamu beri, makin banyak yang akan kamu terima. Selalu berpikir “Apa yang dapat aku beri?”dan bukan Apa yang akan aku dapat?”. Cinta yang tulus tidah memerlukan hitungan kalkulator.

4. Kekuatan persahabatan
Untuk mencari cinta sejati,kamu mesti mencari sahabat sejati terlebih dahulu. Cinta bukan berarti mata kalian saling berpandangan, tapi lebih berarti bersama - sama melihat ke satu tujuan. Dengan bersahabat dengannya kita jadi lebih mencintainya karena apa yang ada di dalamnya, bukan luarnya saja

5. Kekuatan dari pelukan
Pelukan adalah salah satu ekspresi cinta yang paling kuat, menghancurkan dinding pemisah dan menyatukan suatu hubungan. Terkadang hanya dengan dipeluk, tanpa perlu berkata-kata, kira sudah membagi segala kesedihan dan kesenangan dengannya. Pelukan dan cinta adalah obat paling mujarab.

6. Kekuatan untuk melepaskan
”Jika kamu mencintai seseorang, bebaskanlah dia. Jika dia kembali kepadamu,maka dia adalah milikmu. Jika tidak, maka dia tidak akan pernah jadi milikmu”. Bahkan dalam hubungan percintaan, seseorang memerlukan ruang untuk dirinya sendiri agar dapat bernafas lega. Jika kita mau belajar mencintai, kita juga harus belajar untuk memaafkan dan melupakan masa lalu yang buruk. Mencintai bererti melepaskan rasa takut, curiga, dan ego.

7. Kekuatan dalam komunikasi
Ketika kita belajar untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur, hidup lalu berubah. Mencintai seseorang berarti berkomunikasi dengannya. Biarkan orang yang kamu cintai tau bahwa kamu mencintai dan menghargainya. . Selalu tinggalkan orang yang kamu cintai dengan kata - kata mesra, karena itu mungkin terakhir kali kamu melihatnya.

8. Kekuatan dari komitmen
Komitmen adalah ujian cinta yang sejati. Jika kamu ingin memiliki hubungan yang penuh cinta, kamu harus setia dengan hubunganmu itu. Komitmenlah yang membedakan antara hubungan yang mudah hancur, dengan hubungan yang kuat.
Semangat, membakar cinta dan membiarkan cinta tetap hidup. Semangat yang terus berkobar, bukan hanya datang dari daya tarik fisik, tapi datang dari komitmen yang dalam

9. Kekuatan semangat..
Semangat dapat diciptakan kembali dengan cara mengingat saat indah dulu dengannya. Spontan dan kejutan juga dapat menciptakan semangat cinta. Inti dari cinta dan kegembiraan selalu sama yang harus kita lakukan adalah mengisi hari - hari kita dengan penuh semangat bersama orang yang kita cintai. Ingat, kesulitan apapun yang kita hadapi, kita punya seseotang untuk berbagi.

10. Kekuatan dari rasa percaya
Rasa percaya selalu menjadi komponen penting dalam suatu hubungan. Tanpa rasa percaya, seseorang bisa menjadi curiga, cemas, dan takut dan membuat kita posesif, hingga akhirnya pasangan kita akan merasa terperangkap dan secara emosional menjadi tertekan. Salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang itu benar - benar untuk kamu, tanyakanlah pada dirimu sendiri “Apakah aku benar - benar mempercayainya sepenuh hati ?” jika jawapannya adalah “tidak”, maka kamu harus berfikir dengan mendalam sebelum kamu membuat komitmen yang lebih jauh dengannya. Bisakah kita melakukannya??????????? tau deh….

Minggu, 11 Januari 2009

KISAH PRIA DAN WANITA

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita.
Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria.
Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria.

Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu
dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan
bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari
burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita
dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya
tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia.
Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu
untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang
untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup
dengannya’.

‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali.

Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku
memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.
Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu
memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak
enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian,
kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan
menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja
kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk
disentuh. Aku suka akan senyumannya.

Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’.

Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan

berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak

lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak
tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.
Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.
Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa
yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga
tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti
hidup ini?’.

‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima
perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi
kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:

1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan