Sabtu, 18 April 2009

Layakkah ?

masihkah kita layak merana

sedang kita enggan bersyukur


masihkah kita layak mengadu

sedang kita malas beradu


masihkah,

masihkah kita layak menuntut hak-hak kita?

sedang kita adalah

jiwa-jiwa yang enggan bertanggung jawab

atas semuanya,

atas segalanya, perbuatan kita


Oktober 29, 2007

Berkabung

tak ada lagi asa

harapan masih berkabung

nyanyian sunyi masih berdengung

dan esoknya

marilah berlari

mengejar bintang

dengan lengan dan langkah

yang tak pernah putus

berasa

Oktober 29, 2007

Penantian

menanti seorang kekasih

dengan tangannya

meraih asaku

dengan hatinya

menggenggam cintaku


Juni 16, 2008 1/4 Dieng_Senja Surup

Kidung Lara

kidung panas masih saja setia berteman

saat malam yang tak bisa lagi menyepuh penat dan lara

saat tundung-tundung biru mulai berlari pada suatu padang berbuih

dan jendela kesuraman bertarung dengan pintu kebijakan

pada sebuah senja surup

terkulai sudah kisah yang berpeluh ini

biarkan saja tertiup angin sesukanya

yang pasti hanya akan berakhir

pada pintu almari yang tertutup kunci

dan gembokanya yang terlempar di sudut lelautan sepi

namun suatu pertanda menguatakan ada seorang nelayan

yang akan mencapai kailnya

di tahun-tahun mendatang.

Juli 16, 2008

Menunggu Malam

a.

Jantungku berdegup-degup

justru ketika tak kutemukan sebuah nama.

Namamu.

Pada matahari yang mulai menerik

sehingga senja pun mengintip sunyi

b.

Mengapa yang orang bilang tak kutemukan

Bintang yang setia menemani malam

Sebab,

malam ini justru sunyi yang setia

menemani segala malam.

c.

Pada malam yang hampir kedua puluh

pada purnama ketiga,

tetap saja aku bermimpi pada tiap malam

namamu akan kembali

pada suatu malam yang tetap

menunggu.

Sumbersari, 180708

Minggu, 29 Maret 2009

Tergilas Sunyi


Waktu yang beranjak tergilas sunyi,

merasuki sebagian haluan.

Sesaat kini tergapai lagi mimpi

yang tersembunyi dibalik derunya.

Tinggal catatan tentang Hang

yang pergi menjelma meninggalkan halwanya..


29 Maret 2009


Minggu, 11 Januari 2009

Ingin Kusunting Senyummu

Ingin kusunting senyummu
di antara rerimbunan perdu dan pohon pinus
lalu kusematkan setangkai bunga penuh rasa
di sela-sela hatimu
kan kukecup pula keningmu yang senantiasa
menyimpan arti kesetiaan pada hidupku
Sambil sesekali kupegang penuh erat
tanganmu yang penuh kekuatan saat
menuntunku melampaui mayapada penuh cerita

Tak lupa pula kusenandungkan
madah-madah pada Tuhanku
yang telah menghadirkanmu
di tengah jiwaku yang mulai meranggasi masa

ISTANA DIENG, 210908 10:38