Selasa, 02 Maret 2010

DENGARLAH

Dengarlah,
di antara kemerisik daun kekeringan
telah kucipta riak kehidupanku
di sana banyak kuukir sketsa tentang banyak hal
Dengarlah,
aku hanya manusia biasa
kadangpun tanpa rasa
hanya memiliki sebuah hati yang berpuyan
karena sering tertimpa hujan yang merabas
Dengarlah,
aku datang membawa serumpun gejolak
sudilah kiranya kau beri aku secuil maaf
bila di suatu masa mulutku, tingkahku, pernah menggoresmu.

Sumbersari, 21 Okt '09

Jumat, 04 September 2009

SAMPAI SUATU HARI

Mungkin tak semudah yang disangka. Memetik gemintang dengan sepasang tangan yang hampir melepuh sebab matahari membakarnya dalam sepi yang tertawan diam. Memang tak perlu ada wasangka bergelantungan memenuhi rongga dada dan kepala. Yang cuma akan membuat nadi semakin kencang berlari. Sesantunnya saja berdiam tanpa banyak cakap. Hanya ada hati yang tak henti memanggilnya. Sampai di suatu hari yang langitnya merona jingga dia datang membawa bintang jatahmu, tanpa kau duga. Disimpannya dalam bilik hatimu sampai tak tau lagi bagaimana menjadikan dia jauh darimu.
Tersenyum dan ikhlaslah mulai saat ini. Karena dia sangat menyayangimu tanpa kau rasa.

WAHAI JIWA YANG TENANG

Wahai jiwa yang tenang,
Apalah artinya jika nestapa terus didendang
Tuhan tak pernah lelap meski jiwa ini masih bertanya-tanya
Hingga pada saat yang tepat Dia telah mengukirkan sebuah cinta yang mesti dipahat dan dihias mewangi tanpa duka
Waktu yang belum termiliki yang harus disibak setiap saat
Mengurai kusutnya
Menjajarkan sudutnya
Sampai saatnya tersenyum sebersit bulan sabit
Meski mimpi itu masih tertahan di padang tandus tanpa rupa

Wahai jiwa yang tenang, di manakah engkau?

K E L U

Ini hati telah beku karena waktu
Menilik kisah masa lalu
adalah perundian nasib yang tergilas angan
sedang pilihan cuma satu
tanpa ada yang lain

Ini hati semakin kelu
mengelabui jiwa sendiri
agar tak terhantui sesal dan tanya

Mengapa tak ada lagi pilihan ?

Semua tak lebih dari sekedar tambal sulam.

Sebenar hati tak hendak keluh tapi mengapakah terlanjur beku?

SEMEMEK, 03 JULI 09

Senin, 25 Mei 2009

LELAKI MALAM

specially for Thole..

Lelaki yang sedang mencari kesejatian lewat lekuk-lekuk kehidupan

Tanpa kata
Tanpa keluh

tak pernah lelah melintang siang malam
darinyalah aku tahu harus memilih hidup seperti apa

karenanya aku mulai berfikir untuk tak banyak kesah

dia seperti tercipta dengan sejuta partikel penuh cinta

dia adalah sepenggal kisah menuju kesejatian

dia adalah sahabat sekaligus saudara
yang tak pernah lelah mendengar dan menungguku berceloteh

Tak ada pamrih

Dau, 26 Mei '09

Jumat, 08 Mei 2009

MERAGU

Tak sempat
barangkali tak ingin pula
aku bertanya
tentang sukmamu yang menggeliat
dari sesenyapan hiruk-pikuk
yang tak hendak usai

Bukan tak hendak bertanya,
tapi aku meragu
pada sederet kisah
yang telah kurajut dalam sepi
hingga sampai pada suatu
juntai kisah berkepanjangan
tanpa arah pasti

Akhirnya
bisu merasuki
dan akan kubiarkan seperti ini

SENGKALING, 070509

Kamis, 07 Mei 2009

PEREMPUAN

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk sebuah dunia baru, serta berbagai urusan dg hal-hal sepele. Hal-hal yang ketika lelaki tak mengerti bagaimana cara menyelesaikannya.
Sehingga tanpa disadari, ketika lelaki menjalankan sisa hidupnya, dia menjadi lebih kuat karena kehadiran perempuan.

Perempuan..
Tidak butuh argumentasi hebat dari seorang lelaki. Tetapi ia butuh jaminan rasa aman dari seorang lelaki, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik pada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang lelaki. Yang ia butuhkan adalah perhatian lelaki, kata-kata yang lembut serta ungkapan sayang yang terkadang terlihat sepele. Tetapi baginya sangat berarti.

Betapa rumput yang lembut tidak mudah tumbang dibandingkan pohon yang besar dan rindang. Seperti halnya kelembutan perempuan, di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam banyak situasi.

Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu hanya sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya.
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki. Apa yang menjadi bagian hidup lelaki, akan menjadi semua bagian dari hidup perempuan.

Perempuan..
Diciptakan dari tulang rusuk lelaki. Dekat dengan tangan untuk dilindungi. Dekat dengan hati untuk dicintai.

(copy-edit dari tabloid MEDIA UMMAT edisi 66, Mei 2009)